Posted by: lupita777 on: Februari 3, 2008
Ada sesuatu yang menarik, ketika berdiskusi dengan mereka-mereka pelaku bisnis di Marketing Leadership Club, tentang orang bodoh dan orang pinter. Kira-kira anda termasuk kategori yang mana ya? Coba kita telaah beberapa statemen ringan ini: Baca entri selengkapnya »
Posted by: lupita777 on: Februari 3, 2008
Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik. Baca entri selengkapnya »
Posted by: lupita777 on: Februari 3, 2008
Bangun kekuatan dasar dalam pencarian anda. Siapkan cara untuk mengenalkan diri anda kepada mereka, buat surat pengantar yang jelas, tulis resume menunjukkan kepercayaan diri, yakin pada saat wawancara, kontak balik mereka.
Kenali diri dengan melakukan test-test kepribadian yang banyak tersedia di internet. Baik tentang potensi, gaya hidup, kecakapan tentang diri anda pribadi. Dengan hal ini akan meningkatkan pengenalan tentang diri anda, sehingga mampu untuk menentukan sikap selanjutnya. Baca entri selengkapnya »
Posted by: lupita777 on: Februari 3, 2008
Persatuan Dua Pribadi
Menikah dapat diartikan secara sederhana sebagai persatuan dua pribadi yang berbeda. Konsekuensinya, akan banyak terdapat perbedaan yang muncul. Mengapa saat pacaran hal itu tidak menjadi soal? Proses pacaran pada intinya adalah mekanisme untuk mempelajari dan menganalisis kepribadian pasangan serta belajar saling menyesuaikan diri dengan perbedaan tersebut. Dalam pacaran, akan dilihat, apakah perbedaan tersebut masih dapat ditolerir atau tidak. Namun masalahnya, selama masa pacaran orang sering mengabaikan realita sehingga kurang peka terhadap permasalahan atau perbedaan yang ada “bahkan seringkali mereka memasang harapan bahwa semua itu “akan berubah” setelah menikah. Yang sering terjadi, banyak pasangan yang kecewa karena harapan mereka tidak terwujud dan tidak ada perubahan yang terjadi, bahkan setelah bertahun-tahun menikah. Baca entri selengkapnya »
Posted by: lupita777 on: Februari 3, 2008
Kosmetika anti kerut/anti keriput sangat digemari oleh para wanita saat ini. Memang kerut/keriput identik dengan usia yang sudah lanjut. Namun, kerut/keriput dapat muncul pada wanita muda yang lebih dikenal dengan sebutan penuaan dini (premature aging).
Sinar UV dianggap sebagai penyebab utama terjadinya penuaan dini. Oleh sebab itu, kosmetika dan perawatan tubuh yang berfungsi sebagai anti kerut/anti keriput banyak digunakan untuk mencegah dan menghilangkan dampak penuaan dini. Baca entri selengkapnya »
Posted by: lupita777 on: Februari 3, 2008
Tidak perlu sampai berjam-jam, cukup dengan meluangkan waktu 30 menit lamanya. Semakin rutin kita berolahraga maka akan semakin banyak pula manfaat yang bisa diambil, seperti yang dikemukakan oleh Daniel M. Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olah raga dari Univeritas Arizona. Baca entri selengkapnya »
Posted by: lupita777 on: Februari 3, 2008
TAHAP PENANAMAN DENGAN UMBI 1. Kemasan bahan tanam asal umbi.
2. Pangkas akar di sekitar umbi.
3. Sosok umbi utuh yang siap tanam.
4. Masukan media ke dalam pot dan benamkan umbi ke media.
5. Sisakan tunas pucuk di permukaan media.
6. Sosok umbi yang bertunas.
TAHAPAN PENANAMAN ASAL BIJI 1. Bibit asal kompot siap tanam.
2. Siapkan media dalam pot dan letakkan bibit.
3. Penuhi ruang kosong dengan media.
4. Masukan tanaman ke dalam sungkup.
PENANGANAN UMBI BERSKALA EKSPOR 1. Umbi siap panen.
2. Cuci bersih umbi.
3. Rendam dalam larutan anti jamur.
4. Keringanginkan umbi.
5. Tata umbi dalam kemasan ekspor.
6. Kemasan umbi siap kirim.
PINDAH POT 1. Tanaman siap repotting.
2. Balikan pot sambil menjepit pangkal batang.
3. Isi pot baru dengan media dan letakkan tanaman.
4. Isi ruang kosong dengan tambahan media.
5. Sosok cantik setelah repotting.
TAHAPAN PEMISAHAN ANAKAN 1. Tanaman siap dipisah.
2. Sobek sisi luar polibag.
3. Sisihkan tanaman dari polibag.
4. Pisahkan anakan dengan tanaman utama dibantu pisau steril.
5. Umbi pun turut dipisah, dibantu dengan pisau steril.
6. Sosok umbi yang telah terpisah.
7. Oleskan fungisida atau kapur pada bagian yang terluka.
8. Tanam kedua bagian, anakan dan tanaman utama secara terpisah.
TEKNIK CUNGKIL MATA TUNAS 1. Iris mata tunas membentuk kotak.
2. Congkel mata tunas keluar dari umbi.
3. Sosok umbi yang telah diambil salah satu mata tunasnya.
4. Mata tunas yang telah diiris.
5. Iris mata tunas menjadi 2-4 bagian.
6. Irisan umbi siap semai.
TEKNIK PENGIRISAN UMBI UTUH 1. Umbi siap iris minimal berdiameter 2 cm.
2. Bersihkan umbi dari tanah yang melekat dengan sikat halus dan air mengalir.
3. Potong umbi tepat di tengah tunas menjadi 2 bagian.
4. Potong irisan umbi menjadi bagian lebih kecil.
TAHAPAN PENANAMAN IRISAN UMBI 1. Cuci irisan umbi di air yang mengalir hingga getah hilang.
2. Rendam dalam larutan fungisida 10-15 menit.
3. Keringanginkan irisan umbi di atas koran.
4. Semaikan umbi di atas media. Lalu tutup dengan plastik bening.
5. Pada musim panas, lapisi lagi media dengan plastik hitam dan letakkan di bawah shading net 80%.
6. Bibit umur 30 hari setelah semai.
CARA KEMAS 1. Singkirkan tanah yang melekat pada caladium poy dan cuci hingga bersih.
2. Pangkas akar.
3. Pangkas batang utama, sisakan sekitar 2 cm dari pangkal batang.
4. Penampilan umbi siap kemas.
5. Beri nama tanaman pada label.
6. Kemas dalam plastik dan siap dikirim.
CARA MENYIMPAN BENANG SARI 1. Sosok bunga keladi hias
2. Buka pelepah bunga, kerok benang sari secara hati-hati
3. Kumpulan benang sari yang sudah diambil
4. Simpan dalam wadah plastik
TAHAPN PENYILANGAN 1. Siapkan bunga dari indukan betina yang akan disilang
2. Bunga dibuka melingkar. Dimulai dari bawah ke atas
3. Betina siap kawin 1 hari sebelum jantan. Cirinya seludang berwarna kuningdan mengeluarkan warna
4. Sosok putik dari indukan betina, siap dikawinkan
5. Benang sari dioleskan ke sekeliling putik
6. Pastikan benangsari dioleskan secara merata
7. Agar aman beri alat penyangga
8. Linungi bunga dari hujan dan angin dengan bantuan plastik
YANG PELU DIPERHATIKAN SAAT PEMBIAKAN BIJI 1. Pot atau wadah harus diletakkan di tempat yang rindang, cara menyebar biji jangan terlalu padat (mencegah persaingan, tumbuh tudak sempurna)
2. Gunakan plastik untuk mencegah kedatangan serangga atau semut
3. Cara melakukan penyiraman, sebaiknya siram di permukaan tanah, jangan langsung mengenai tanah
TIPS MEMBUAT SUNGKUP TUNGGAL 1. Kawat aluminium dibuat seperti kurungan ayam. Di lingkar bagian bawah diberi pengait. Tujuannya untuk dikaitkan ke bibir pot, sehingga kurungan tidak menyentuh tanah. Ukuran kurungan harus lebih besar ketimbang tanaman
2. Lalu kerangka dilapisi plastik. Bagian atas diikat erat. Bagian bawah, plastik diikat dengan karet sampai ke pot
3. Gunakan pot yang mampu menyimpan air dan di bawahnya diberi air
TENIK POTONG PUCUK
A. Tanpa memotong tunas atas 1. Tunas tumbuh perlahan
2. Dominasi apikal terbentuk, sehingga tunas samping tidak terbentuk
3. Dalam 1 umbi hanya tumbuh 4-5 daun
B. Memotong tunas atas 1. Potong tunas atas 1
2. Tunas samping tumbuh
3. Jumlah daun lebih banyak
SYARAT POTONG PUCUK 1. Diameter umbi 3,75-6,25 cm
2. Lebar pemotongan tunas ΒΌ bagian dari diameter tangkai daun
3. Beberapa pucuk dalam umbi yang berukuran sama dapat dipotong pucu. Namun, perlakuan potong pucuk tidak dilakukan bila terdapat 5 pucuk berukuran sama
Posted by: lupita777 on: Februari 3, 2008
Bulan-bulan ini meluasnya trend anthurium ke penghobby tanaman hias mulai terlihat. Terbukti dibeberapa tempat meskipun di tingkat pedagang besar dan spekulan gelombang cinta khususnya indukan bertongkol mulai turun demandnya, tetapi khusus anakan yang harganya terjangkau, pasar mulai aktif. Hal ini tentu saja akan memberikan efek balik pada kebutuhan gelombang cinta indukan seperti waktu-waktu kemarin.
Disamping itu mulai terlihat tanda-tanda terjadinya gelombang pasang demand anthurium berikutnya. Jenmani Cobra ditengarai akan menjadi pemicunya. Terlihat dimana-mana harga Biji (ose) jenmani terutama Jenmani Cobra sudah merangkak naik. Bibitan yang semula banyak diperdagangkan sekarang mulai terlihat kosong dipasaran. Hal ini disebabkan banyak pihak lebih memilih menahan barangnya, karena spekulasi tingginya permintaan akan jenmani cobra setelah Lebaran. Meluasnya Permintaan Anthurium ini tentu saja akan ikut mendongkrak pasar anthurium.
Selain itu ditingkat kolektor lebih memilih untuk mencari jenis-Jenis Anthurium Species yang tentu saja sangat langka keberadaannya dan lebih ditekankan pada ciri khas keunikan anthurium tersebut. Yang diburu masih seputaran anthurium berdaun tegak. Anthurium yang umum dicari adalah Anthurium Reflexinervum – salah satu Anthurium yang berdaun paling unik berkerut-kerut. Anthurium Superbum – tampilannya juga sangat khas dengan kerutan yang berbeda dari anthurium reflexinervum dan berdaun mengkilap, serta Anthurium Oxycarpum – dengan texture jeruknya serta kulit yang paling mengkilap diantara anthurium yang ada.
Diprediksi Perburuan ini diakibatkan banyak kolektor dan pekebun besar mulai mencari variasi untuk menjaga trend anthurium kedepan. Setelah kemarin ramai pada penekanan warna gelap dan merah, trend berikutnya akan lebih pada keunikan kerutan dan urat daun. Hal ini juga akan memicu pada eksklusivitas harga, mengingat persilangan Anthurium Jenmani Hybrid dan Anthurium Spesies seperti Reflexinervum dan Superbum sangat sulit.
Selain itu perburuan ini juga ditengarai akibat keberadaan Anthurium tadi dinegara asalnya mulai langka, menilik hal tersebut, besar kemungkinan trend yang akan datang, Anthurium Spesies seperti Reflexinervum, Oxycarpum dan Superbum akan menjadi salah satu icon perburuan anthurium di Indonesia, disamping turunan hybridnya.
Posted by: lupita777 on: Februari 3, 2008
Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, yang pertama kita harus menyadari, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di Dunia. Sehingga merupakan pasar yang besar juga untuk berbagai barang yang ada di Dunia, baik Konsumsi, telekomunikasi, otomotif, maupun Tanaman hias. Sudah terbukti Penjualan otomotif, dan Hand phone sebagai contohnya Nokia 9500 yang harganya fantastis, mendudukkan Indonesia sebagai negara pembeli terbanyak di Dunia. Jadi kita kemudian jangan kaget, jika muncul fenomena Booming akan produk tertentu, apalagi tanaman hias yang tingkat serapannya seperti kepemilikan telephone genggam, akibat harganya yang terjangkau.
Yang terjadi dengan Anthurium merupakan perulangan dari apa yang terjadi dengan Adenium. Bedanya booming adenium lebih banyak menguntungkan penjual di Luar negeri, khususnya Thailand. Berpuluh-puluh Juta biji, bibit, bonggol Adenium yang diimport dari negara gajah Putih masuk ke Indonesia.
Belum lagi yang kemudian diperbanyak oleh petani-pengusaha tanaman hias Indonesia belakangan. Tetapi hal ini tetap membuat adenium bercokol tetapi pasar tidak jenuh bertahun-tahun lamanya , dengan penjualan yang seringkali mencengangkan. Padahal harga di Thailand hanya beberapa puluh ribu rupiah saja.
Anthurium mencatat fenomena yang cukup mengagumkan. Dimana Booming anthurium diawali oleh pedagang-pedagang Anthurium yang mencari Indukan untuk mensupply kebutuhan tanaman di Sentra Anthurium seputaran kaki Gunung Lawu, khususnya di Karanganyar, Sragen, Temanggung, dll.
Tanaman Anthurium yang diburu umumnya Indukan, baik indukan Anthurium Jenmani, Anthurium Gelombang cinta -wave of love dan Anthurium Hookeri khususnya yang bertongkol. Anehnya perburuan mereka ke daerah sekitarnya yang kemudian meluas ke Jakarta, Sawangan dan Depok, pada gilirannya ikut memacu spekulasi dan juga menaikkan trend Anthurium yang semula tidak dilirik sama sekali.
Hal ini mengakibatkan terjadi Demand yang naik pesat, karena anthurium juga perlahan-lahan naik pamornya. Permintaan anthurium kemudian mengalami grafik peningkatan yang cukup tajam, Indukan-indukan yang jumlahnya sangat sedikit, disamping tanaman Anthurium yang sangat lambat besarnya pada akhirnya memacu peningkatan harga yang tidak terkendali.
Bibit yang semula harganya hanya beberapa ribu rupiah meningkat tajam menjadi hitungan puluhan ribu rupiah. Stok bibit ludes dimana-mana karena pada saat yang bersamaan penghobbi tanaman hias mulai ikut memburunya untuk dikoleksi.
Perlu dicatat, permintaan anthurium selama ini hanya sedikit proporsinya yang dijual langsung ke masyarakat luas. Karena sebagian besar masih berkutat di tingkat pedagang dan hobiis. Trend Anthurium pun baru mewabahi beberapa daerah saja di Indonesia. Bisa dibayangkan apabila Trend anthurium ini meledak dimana-mana, harga akan meningkat tajam tidak terkendali.
Trend dan Preferensi konsumen pun sudah terlanjur memiliki patron pola standarisasi dalam negeri, misalnya dengan adanya penamaan jenmani kobra, jenmani mangkok, wave of love kw1, hookeri pucuk merah, garuda, dll. Penamaan ini tentu saja tidak dikenal diluar negeri, hal ini berdampak pada keterbatasan pasokan, karena sulit mengharapkan pasokan sejenis.
Pasokan pun sebagian besar hanya mengandalkan produksi dalam negeri saja. Terutama dipengaruhi faktor Thailand yang biasanya selalu menjadi pemasok tanaman hias Indonesia, yang untuk saat ini tidak bisa berkutik. Disamping anthurium, khususnya anthurium daun, tidak lumrah dibudidayakan disana, stok tanaman pun berjumlah sedikit, dan perbanyakan tentu saja mengalami kendala waktu. Sehingga Pasokan Anthurium selama ini hanya mengandalkan Indukan yang itu-itu saja, dan beberapa tanaman yang mulai beranjak dewasa.
Untungnya, seperti sifat tanamannya, demam anthurium pun berjalan lambat tapi pasti. Sehingga pertumbuhan demand dan supply tidak berbeda terlalu drastis, tetapi meningkat perlahan, meskipun selalu stock habis dimana-mana.
Untuk mengatasi kelangkaan barang inipun berlangsung mulus di anthurium, karena banyaknya varian yang dimiliki, sehingga kelangkaan barang tidak serta merta membuat harga melonjak, karena konsumen selalu terbuka untuk menerima varian pengganti yang tersedia dipasar.
Hal ini juga merupakan faktor penting yang menunjukkan trend anthuirum ini seperti halnya adenium akan bertahan cukup lama. Setidak-tidaknya dalam hitungan 1 – 2 tahun kedepan.
Posted by: lupita777 on: Februari 3, 2008
Sebagai pendatang baru, gebrakan anthurium mencatat fenomena tersendiri yang patut diacungkan jempol. Terdapat beberapa pelajaran yang dapat diambil pada awal berkembangnya trend anthurium disini. Kedepan point point ini dapat pula diadaptasikan pada upaya-upaya memunculkan potensi tanaman hias asli Indonesia lainnya.
Nilai Positif Trend Anthurium bagi Perkembangan Dunai Tanaman Hias Indonesia sebagai berikut :
1. Trend Lokal jadi Global yang dimulai dari inovasi produk lama .
Yang patut diacungkan jempol adalah trend anthurium ini sudah pernah muncul sebelumnya, meskipun masih bersifat trend lokal saja. Tetapi pada awal tahun,seiring perkembangan trend lokal tadi, Perburuan tanaman kebeberapa daerah, ikut memacu naiknya pamor anthurium, akibat faktor kelangkaan anthurium itu sendiri di pasar.
Selain itu inovasi didalam membuat sudut pandang baru menikmati anthurium, ditambah inovasi penamaan yang mudah diingat seperti mangkuk, centong, kobra membuat semua orang sangat familiar dan ingin akrab dengannya. Hal ini juga mematahkan asumsi orang bahwa nama harus berkiblat keluar dengan nama-nama yang asing. Anthurium membuktikan sebaliknya. “Nama Ndeso justru jadi Bintang”.
2. Kemasan Baru Pasar Baru.
Perkembangan hibridisasi anthurium – yang merupakan bawaan anthurium itu sendiri akibat persilangan oleh alam, dengan penamaan ala indonesia yang akrab ditelinga, merupakan faktor penting terdongkraknya pamor anthurium. Kemasan baru dengan penciptaan nama-nama seperti Jenmani mangkok, Jenmani Kol, Sawi, Gelombang Cinta, Naga, dll yang tidak asing lagi ditelinga kita, dan istilah-istilah yang indonesia banget, menjadikan anthurium mudah diingat dalam benak hobiis dan masyarakat umum.
Setelah itu kemudian muncul kemasn baru membuat image anthurium semakin mencolok. Kemasan tadi dikaitkan dengan warna hitam yang eksotis, dan warna merah yang melambangkan energi dinamis. Sehingga kemudian kita dengar munculnya black jenmani, tangkai hitam, urat merah sampai pada istilah Super red untuk memberi nama varian yang tulang daunnya berwarna merah sampai keujung.
Kemasan yang menarik tentu saja meningkatkan pamor dan ke-eksotisan-nya dipasar, selain ikut mendongkrak harga dan menyebarkan demam anthurium kemana-mana.
2. Proses perkenalan keindahan anthurium berkat cara-cara sederhana didalam klasifikasi hibridisasi anthurium. Masyarakat umum dapat menerima dan belajar
dengan cepat cara menikmati anthurium yang beraneka ragam, dengan cara-cara sederhana didalam mengklasifikasikannya.
Contohnya jenmani mangkok ya daunnya seperti mangkok, sawi uratnya seperti sayur sawi, cobra ya harus seperti kepala cobra yang mengembang. Gelombang cinta terjemahan langsung nama aslinya, dan terbukti laris manis semua demam asmara dibuatnya. hobiis tetap bisa menerima dengan baik. Ataupun penamaan baru yang lebih mengetengahkan pada ciri-ciri fisik anthurium, yang dengan mudah dikenali karena dikonotasikan dengan obyek yang sudah biasa kita lihat, warna dll.
Makanya meskipun tidak bercorak seperti aglaonema, masyarakat awam yang umumnya mencibir kok daun saja harganya mahal, begitu diperkenalkan cara membedakan anthurium secara sederhana, umumnya akan terpaut dan ikut-ikutan kecanduan.
3. Semua varian anthurium dapat diappresiasi dengan baik oleh pasar. Seperti saat ini ketika permintaan gelombang tidak tertahankan lagi, sebagian pasar dapat dialihkan kepada hookeri ataupun varian garuda dan corong, dengan cara-cara yang bisa diterima, tanpa mematikan pendahulunya.
Hal ini setidak-tidaknya membuat permintaan akan selalu terpelihara, disamping pembelajaran kepada selera konsumen yang lebih dinamis didalam menghargai varian-varian baru yang muncul, tanpa mematikan salah satu variannya.
Hal ini tentunya menghindari kesalahan besar seperti yang dilakukan pebisnis Thailand dan beberapa importir Indonesia dalam memperkenalkan adenium arabicum. Selain Timmingnya belum pas, juga dilakukan dengan cara frontal dan kasar, yang cenderung mematikan pasar adenium obesum yang menjadi tulang punggung adenium di Indonesia. Disamping inovasi-inovasi yang dipaksakan berupa cara-cara training obesum yang menyimpang dan tidak bisa diterima hati sebagian besar hobbiest adenium yang lebih menghargai naturalita. Hal ini justru berakibat sangat fatal pada turun drastisnya pamor adenium secara keseluruhan.
4. Akibat hibridisasi anthurium yang dilakukan oleh alam, sehingga sangat sedikit anthurium yang identik, yang mampu memiliki kriteria sempurna satu dengan yang lain, maka dimunculkan nama-nama baru. Sisi positifnya, orang menjadi lebih mudah dalam mengenali pohon, sisi negatif penamaan yang sifatnya sporadis dan tidak memiliki standar dapat menyebabkan kebingungan. Karena terdapat nama yang berbeda-beda untuk varian yang sama.
Untuk tahap awal ketika jumlah tanaman sedikit seperti sekarang, pembeli menerima saja. Tetapi jika populasinya meningkat, maka akan terjadi kerancuan di pasar. Hal ini bisa menjadi boomerang dalam pasar , karena mengakibatkan ketidakjelasan. Terutama karena tidak adanya standarisasi atau pola kriteria baku secara garis besar yang jadi pedoman. Disamping kurangnya (belum disusunnya, red) Kriteria spesial atau kriteria baik berdasarkan masing-masing jenis bvarian anthurium.
5. Meningkatkan kepercayaan diri bahwa Kita juga mampu menciptakan Trend. Selama ini hibridisasi tanaman hias selalu dilakukan oleh orang luar. Umumnya kita selalu jadi korban mode. Sehingga ketika dikita melakukan hal-hal baru selalu diberi label penjiplak.
Berbeda dengan anthurium, dimana Indonesia menjadi pelopor hibridisasi dan upaya standarisasi dalam penujualannya. Sehingga menjadi model karena merupakan satu-satunya didunia.
Umumnya Botanical centre, gardener dan orang-orang terkait hortikultura di Luar negeri terheran-heran dan terkaget-kaget dengan fenomena budidaya anthurium di Indonesia saat ini.Bagi mereka Anthurium bukan tanaman hias umum yang dibudidayakan selama ini. Dan mereka semakin kaget begitu tahu transaksi terkait anthurium ini, yang kerap membukukan rekor tersendiri. Belakangan wabah anthurium di indonesia mulai mewabahi Thailand sebagai negara pusat import tanaman hias di indonesia, maupun negaradi dunaia lainnya.
Padahal seperti yang kita ketahui, pemuliabiakan tanaman hias dimulai dari tanaman yang memang ada dialam, kemudian dilakukan hibridisasi, berdasarkan apa yang ingin dicapai (bunga, daun, variasinya) dan memperkenalkan sudut pandang baru (point of view) cara menikmatinya. Kalau hal ini berhasil ya tanaman tadi dapat diperjualbelikan.
Pembudidayaan Anthurium di Indonesia mencatat hal yang fenomenal, mampu memberi nilai dan membudidayakan serta memberikan point of view baru bagi tanaman yang semula dipandang remeh.
Tentu saja hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri sebagian besar pelaku tanaman hias untuk berupaya memajukan tanaman hias yang digelutinya. Sudah terbukti masyarakat kita mampu memberikan appresiasi yang baik terhadap hasil kerja keras bangsa sendiri.
6. Inovasi menciptakan sistem perdagangan anthurium. Cara baru yang tidak pernah ada sebelumnya, dengan menjual biji (ose), bibit yang baru tumbuh daun, ataupun menjual splitan, dengan lalulintas perdagangan anthurium terbesar didunia. Dari beberapa penyedia anthurium, tampaknya mereka terkaget-kaget akan fenomena anthurium di Indonesia. Bahkan tampaknya Thailand pun mulai mengekor dibelakang kita, dengan membeli indukan dari Indonesia untuk dibudidayakan.
Mudah-mudahan semangat Swadesi – Pengembangan potensi yang kita miliki – ini dapat menular pada tanaman-tanaman hias lain. Harapan besar kita semua, Kedepan kita juga dapat berbicara Di ajang tanaman Hias Dunia.
Komentar Terakhir